Example floating
Example floating
Bandarlampung

Siswa PKL Dinas PU Bandarlampung Tewas Terjatuh

MEDIA PRABU
227
×

Siswa PKL Dinas PU Bandarlampung Tewas Terjatuh

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung: Siswa PKL di Dinas PU Bandarlampung tewas terjatuh dari flyover Kalibalok. Kehebohan melanda Kota Tapis Berseri pada Senin, 29 Juli 2024 pagi.

Seorang siswa yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung tewas mengenaskan.

Korban tewas setelah terjatuh dari ketinggian saat memperbaiki lampu jalan di flyover Jalan Pangeran Antasari atau Kalibalok.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Korban, yang diketahui bernama Boby Fatir, siswa SMKN 2 Bandarlampung, bersama seorang rekannya tengah melakukan perbaikan lampu jalan.

Keduanya saat itu menggunakan mobil tangga atau boks mobil Penerangan Jalan Umum (PJU).

Namun, nahas menimpa keduanya saat boks mobil yang mereka gunakan tiba-tiba patah dan menyebabkan mereka jatuh bebas ke bawah.

“Kedua orang pekerja itu mau perbaikin lampu yang ada di atas flyover.

“Tiba-tiba tempat penunjang itu terbalik sehingga keduanya jatuh ke bawah,” ujar Kadarsyah, warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut.

Akibat kejadian ini, Boby Fatir mengalami luka parah di bagian kepala dan tangan hingga akhirnya meninggal dunia.

Sementara, rekan kerjanya juga mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Kejadian ini pun langsung menjadi sorotan publik. Banyak pihak yang mempertanyakan terkait penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Dinas PU Bandarlampung.

Pasalnya, kecelakaan kerja seperti ini seharusnya dapat dicegah jika prosedur K3 diterapkan secara ketat.

Ketua DPP Pematank, Suadi Romli, turut berdukacita dan menyayangkan kejadian ini.

Ia meminta Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, untuk melakukan tindakan tegas terhadap Dinas PU.

“Kita sangat berharap khususnya Wali Kota Eva Dwiana untuk melakukan tindakan tegas kepada Dinas PU Bandarlampung.

“Yang mana sekelas pekerja setinggi itu diduga tidak menggunakan peralatan keamanan atau K3 yang jelas,” tegas Suadi.

Kejadian ini lanjutnya, tentu menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, terutama terkait pentingnya penerapan K3 di setiap tempat kerja.

“Pemerintah harusnya dapat lebih serius dalam mengawasi penerapan K3 di seluruh instansi.

“Terutama di sektor konstruksi yang memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi,” tandas Redd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *