Example floating
Example floating
Bandar Lampung

Tokoh Muda Unyi Lampung Tengah Angkat Bicara Terkait Polemik Seangken Presiden Ke 7 Joko Widodo

MEDIA PRABU
31
×

Tokoh Muda Unyi Lampung Tengah Angkat Bicara Terkait Polemik Seangken Presiden Ke 7 Joko Widodo

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung: Terkait silang pendapat terkait pelaksanaan prosesi Angken sewaghian Presiden ke 7 Joko Widodo dengan beberapa tokoh di Lampung mendapatkan berbagai tanggapan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari tokoh muda Unyi Lampung Tengah Arif Sanjaya mengatakan siapapun berhak mendapatkan gelar dalam suku Lampung tetapi harus melalui prosesi Yang sesuai dengan titi gematei adat aturan Lampung terkhusus Lampung pepadun, siapa Yang mengaken dan apa kedudukan Yang mengaken dalam kepeyimbangan nya jangan sampae prosesi tata titei Yang sudah di pakemkan oleh appeu tuyuk secara perlahan bergeser dalam prosesnya.Lampung ini terkenal terbuka dengan siapa pun makanya Lampung punya semboyan nemui nyimah serta bejuluk beadek disamping lainnya.

Ahi Arif sapaan akrabnya mengatakan jangan kita kotori makna sakral prosesi adat istiadat kita ini dengan kepentingan pribadi dan keuntungan semata. Prosesi pengakenan Presiden ke 7 Joko Widodo Yang dilakukan kmrin adalah bukti nyata sebagaian kebuayan yang ada di bumi Lampung terhadap seorang pemimpin negara. Gelar prosesi pengangkenan kmrin juga bukan sepenuhnya mewakili marga dan kebuayan Yang ada di bumi ghayo Lampung.

Pria Yang aktif di giat budaya Lampung ini juga menggaris bawahi jangan prosesi kmarin itu menjadi isu perdebatan Yg bisa menjadi lemahny paham generasi terhadap adat budaya Lampung. Aplg secara nasional Lampung tersorot dengan tidak pahamnya masyarakat serta mereka Yang tidak mengetahui secara utuh bagaimana prosesnya dengan lengkap.

Ada beberapa catatan kecil Yang perlu kita evaluasi agar kedepannya tidak menjadi bias serta perdebatan semata :
Cukup Dengan penyelesaian di sesat dengan bersumpah’ dibawah Al Qur’an sebagai pelaksanaan yang umum orang Lampung laksanakan ketika Angken sewaghian cetusnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *