Lampung Tengah: Netralitas badan pengawas pemilu (Bawaslu) dipertanyakan, khusus nya panwascam way seputih.
Ni kadek poniasih ketua panwascam, iQbal hariri toha dan Sumantri, Diduga kuat ketua panwascam way seputih beserta Dua anggotanya selama ini hanya duduk ditempat, tutup mata dan tutup telinga.
Dugaan ini semakin menguat Mereka telah membiarkan kepala kampung sangga buana Sarjono mengerahkan aparatur kampung RT Dan kawur sangga buana kecamatan way seputih, dengan adanya bener musa ahmad dan ahsan as’ad asaid yang terpasang terang benerang di teras rumah Rt Noni dan rudi hartono.
Selain itu juga, beredar nya vidio amatir yang menampakan Rt dan kawur Duduk bersama di barisan paling depan kampung sangga buana bernama “Ketut yang memakai jaket dan masker, saat menghadiri pembekalan Team musa-ahsan di way seputih ditempat kediaman Darsono tgl 3 oktober 2024 waktu lalu.
Tak cukup disitu, adanya juga pertemuan drg,yuniar dengan istri camat way seputih dan istri kepela kampung pertemuan itu berlangsung tanggal 03-10-2024. Dan yang kita tahui pertemuan itu di saat masa cuti. Atau masa kampaye pilkada lamteng
Dimana hal ini perlu ditegaskan kembali dan dipertayakan tugas dan keberanian panitia pengawas kecamatan (panwascam) way seputih. Apakah mereka hanya diam duduk, tutup mata dan tutup telinga, atau ketua panwascam berserta dua anggota lainnya sudah masuk angin. Atau loyalitas mereka tak sungguh-sungguh terhadap bawaslu lamteng.
Sampai saat berita dugaan ini diterbitkan belum ada tanggapan dari ketua panwascam way seputih saat team awak media ini mencoba menghubungi melalui via telefon wahtshaap “berdering” namun tak diangkat nya.(*)







