Example floating
Example floating
Lampung Tengah

Belum Sampai Satu bulan Diperbaiki, Jalan Nyukang Harjo Kembali Rusak, Pemuda Desak Dinas BMBK Bongkar Semua, Dan Hotmik Ulang

MEDIA PRABU
94
×

Belum Sampai Satu bulan Diperbaiki, Jalan Nyukang Harjo Kembali Rusak, Pemuda Desak Dinas BMBK Bongkar Semua, Dan Hotmik Ulang

Sebarkan artikel ini

Lampung Tengah: Proyek peningkatan jalan yang dikerjakan Rekanan yang berasal dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Kabupaten Lampung Tengah di Jalan Nyukang Harjo, Kecamatan Selagai Lingga, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, belum genap satu bulan pasca perbaikan, kondisi jalan tersebut kini kembali mengalami kerusakan di sejumlah titik. Minggu, 04-01-2026.

Proyek dengan pagu anggaran kurang lebih sebesar Rp.1.562.000.000 Miliar, tersebut dikerjakan oleh CV.GEMILANG SAKTI SEJAHTERA. Namun hasil pekerjaan diduga tidak sesuai dengan harapan masyarakat dan terkesan asal jadi dan hanya mengejar penyelesaian pekerjaan.

Kerusakan terlihat pada lapisan aspal yang mulai mengelupas, terpecah, bergelombang dan berlubang, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan warga yang menilai kualitas pekerjaan tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan.

Baca Juga :  I Komang Koheri Serahkan SPPT PBB-P2 dan Tagihan Pajak Kendaraan di Seputih Raman

Tokoh pemuda Nyukang Harjo, Rayyan, angkat bicara terkait persoalan tersebut. Ia meminta agar Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung Tengah, khususnya Kepala Dinas Ervita, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) segera turun tangan dan bertanggung jawab.

“Kami minta pekerjaan ini segera semua dibongkar kembali dan dilakukan hotmix ulang. Dengan pagu anggaran lebih dari satu setengah miliar, kalau dikerjakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), tidak mungkin jalan ini rusak secepat ini,” tegas Rayyan.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat dari dinas terkait Bmbk, agar anggaran negara benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, bukan sekadar formalitas proyek.

Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak menutup mata dan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pekerjaan tersebut, termasuk kualitas material dan proses pengerjaan di lapangan, agar kejadian serupa tidak terus terulang dan merugikan publik.(*)

Baca Juga :  Semarak Hari Kartini ke-147 di Lampung Tengah, Plt Bupati Dorong Perempuan Lebih Berdaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *