Lampung Tengah: Pelaksana Tugas (Plt) Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri, menjadi narasumber dalam kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Provinsi Lampung Tahun 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Kemendukbangga/BKKBN untuk Mewujudkan Lampung Maju dan Mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut berlangsung di Hotel Radisson Kedaton Bandar Lampung, Rabu (29/04/2026).
Rakorda ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih, Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Ni Gusti Putu Meiridha, Wakil Kepala Regional SPPI Provinsi Lampung Reggy Pramudya Sulaeman, Ketua IBI Provinsi Lampung Meri Destianty, Kepala Dinas PPKB Lampung Tengah dr. Dian Yamasanti, Kepala Dinas PPKB Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, BAPPEDA Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, serta para undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri memaparkan materi berjudul “Praktik Baik Sinergi dan Kolaborasi Penyaluran MBG B3 Dalam Upaya Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting.”
Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat penurunan angka stunting. Menurutnya, kolaborasi yang terbangun dengan baik akan menghasilkan program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah terus berkomitmen mendukung program Bangga Kencana melalui berbagai inovasi dan langkah strategis, khususnya dalam pembangunan keluarga berkualitas, pengendalian penduduk, serta peningkatan kesehatan ibu dan anak. Kabupaten Lampung Tengah juga memiliki program unggulan yaitu Sekin Ker Gelowing (Sejahterakan Masyarakat Miskin, Kerjasama CSR Gerebek Lawan dan Waspada Stunting.
Melalui Rakorda ini, diharapkan terjalin penguatan koordinasi antar kabupaten/kota di Provinsi Lampung sehingga target pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting dapat tercapai secara optimal menuju Indonesia Emas 2045.(*)







