Example floating
Example floating
Lampung Tengah

Proyek Jalan Provinsi Gunung Sugih–Kota Gajah Terhenti Akibat Pencurian Besi, Kerugian Tembus Rp43,8 Juta

MEDIA PRABU
41
×

Proyek Jalan Provinsi Gunung Sugih–Kota Gajah Terhenti Akibat Pencurian Besi, Kerugian Tembus Rp43,8 Juta

Sebarkan artikel ini

Lampung Tengah: Pelaksanaan proyek pembangunan jalan rigid beton jalur provinsi yang menghubungkan Gunung Sugih dan Kota gajah terpaksa terhenti sementara. Hal ini dipicu oleh aksi pencurian material besi pendukung konstruksi yang disimpan di area camp pekerja. Selasa, 25-08-2026.

Koordinator Keamanan Proyek Jalan Provinsi Gunung Sugih–Kota gajah, Hengki Jaya Putra, mendatangi Mapolres setempat untuk melaporkan tindak pidana pencurian tersebut secara resmi.

“Hari ini kami melaporkan kasus kehilangan besi proyek sebanyak 747 batang. Besi tersebut memiliki potongan panjang sekitar 50 sentimeter dengan berat total mencapai kurang lebih 350 kilogram,” ujar Hengki saat memberikan keterangan usai membuat laporan kepolisian.

Hengki menjelaskan bahwa ratusan batang besi tersebut mulanya disimpan di halaman camp tempat tinggal para pekerja proyek di kawasan Kampung Buyut udik. Aksi pencurian diduga tidak terjadi dalam satu waktu, melainkan dilakukan secara bertahap.

Baca Juga :  MEMBUKA TABIR KEMATIAN ANDIKA SANJAYA DI MEJA HIJAU

“Kehilangan ini diperkirakan terjadi dalam 5 hingga 6 kali tahap pencurian. Kasus baru terdeteksi setelah Kepala Koordinator Lapangan melakukan penghitungan ulang material dan menemukan adanya kekurangan material besi yang sangat signifikan,” jelas Hengki.

Dari hasil penelusuran internal, pihak keamanan proyek mendapati dugaan kuat keterlibatan terduga pelaku berinisial A. Terduga pelaku dikabarkan telah mengakui perbuatannya secara langsung.

Akibat hilangnya ratusan batang besi penguat tersebut, kontraktor menderita kerugian materiil mencapai puluhan juta rupiah, sekaligus berdampak langsung pada pengerjaan fisik di lapangan.

“Total kerugian yang kami alami sekitar Rp43.800.000. Dampak utamanya, pekerjaan pembangunan rigid beton kami di Kampung Buyut udik untuk sementara waktu harus terhenti total,” tegasnya.

Baca Juga :  Jumat Barokah di Islamic Center Lampung Tengah Padukan Senam, CKG, Donor Darah dan Tausiyah

Hengki berharap aparat kepolisian, khususnya tim reserse, dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut dan menangkap pelaku agar proses hukum berjalan tegas serta pengerjaan fasilitas publik dapat segera dilanjutkan.

“Kami meminta aparat penegak hukum segera menangkap pelaku. Pengakuan dan bukti-bukti pendukung sudah ada, karena tindakan ini sangat merugikan dan menghambat pengerjaan proyek jalan masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *