Lampung Tengah: Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah melaksanakan Zoom Meeting dalam rangka pembahasan penyusunan Dokumen Master Plan Integrated Area Development (IAD) berbasis Perhutanan Sosial di Kabupaten Lampung Tengah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), serta melibatkan pihak terkait dalam mendukung pengembangan kawasan berbasis perhutanan sosial. Kegiatan berlangsung di Aula Balitbangda Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (13/9/2026),
diikuti secara daring melalui Zoom Meeting. Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Thoheran, M.Si., didampingi Kepala Balitbangda Mardiana, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, serta sejumlah undangan dan perangkat daerah terkait.
Dalam sambutannya, Drs. Thoheran menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Dalam Negeri serta Institut Pertanian Bogor yang telah memberikan perhatian dan dukungan dalam proses penyusunan Master Plan IAD berbasis Perhutanan Sosial di Kabupaten Lampung Tengah.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Dalam Negeri dan Institut Pertanian Bogor yang telah memberikan dukungan serta pendampingan dalam penyusunan dokumen Master Plan Integrated Area Development berbasis Perhutanan Sosial ini,” ujar Thoheran.
Menurutnya, penyusunan Master Plan IAD menjadi langkah penting dalam merumuskan arah pembangunan kawasan yang terintegrasi, khususnya dalam mengoptimalkan potensi perhutanan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap kerja sama dan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, perguruan tinggi, masyarakat, serta para pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga program yang dirancang tidak hanya menghasilkan dokumen perencanaan, tetapi juga dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan.
“Harapan kami, penyusunan Master Plan ini dapat menghasilkan perencanaan yang komprehensif, terarah, dan sesuai dengan potensi serta kebutuhan masyarakat Kabupaten Lampung Tengah. Yang paling penting, hasil perencanaan ini nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
Thoheran juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan kawasan perhutanan sosial. Menurutnya, pengelolaan kawasan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dengan berbagai sektor, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekonomi lokal.
Dengan adanya Master Plan IAD berbasis Perhutanan Sosial, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah berharap potensi sumber daya alam dapat dikelola secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Lampung Tengah bersama IPB dan para pemangku kepentingan terkait terus melakukan pembahasan dan penyempurnaan dokumen sebagai landasan dalam menentukan strategi pengembangan kawasan perhutanan sosial yang berkelanjutan, produktif, dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah.(*)







